Sunday, 15 September 2019 | 14.33 WIB
Metro24Jam>Life>Setelah Ultah ke-104, Ilmuwan Australia Ini akan Melakukan Perjalanan Kematian Mahal ke Swiss

Setelah Ultah ke-104, Ilmuwan Australia Ini akan Melakukan Perjalanan Kematian Mahal ke Swiss

Tuesday, 1 May 2018 - 14:36 WIB

LONDON, metro24jam.com – Australia akan kehilangan salah satu ilmuwan terkenalnya dalam pekan ini. Itu, setelah akademisi David Goodall, hanya punya satu keinginan saat merayakan ulang tahunnya yang ke 104 bulan lalu. Dikelilingi keluarga dan temannya, dia berharap bisa mati secepatnya.

Ilmuwan kelahiran Inggris itu ingin mengakhiri hidupnya di sebuah klinik euthanasia (suntik mati), karena dia merasa menyesal bisa mencapai usia itu.

Dan keinginannya itu akan segera terkabul. David akan pergi ke Swiss minggu ini untuk mengakhiri hidupnya di sebuah klinik bunuh diri di Basel.

Australian Goodall masih tercatat sebagai peneliti kehormatan di Edith Cowan University hingga sekarang.

Tetapi kondisi fisik dan kualitas hidupnya secara perlahan semakin memburuk.

“Saya sangat menyesal telah mencapai usia ini. Aku tidak bahagia. Aku ingin mati,” kata ahli ekologi tersebut kepada penyiar ABC, tepat di hari ulang tahunnya awal April lalu, seperti dikutip Mirror, Selasa (1/5/2018).

“Ttu tidak akan menyedihkan. Apa yang menyedihkan adalah, jika seseorang dicegah melakukannya,” imbuhnya.

“Saya rasa, orang tua seperti saya harus memiliki hak kewarganegaraan penuh, termasuk hak untuk menjalani bunuh diri secara sukarela,” lanjut David lagi.

David Goodall bersama keluarganya. (GoFundMe)

Euthanasia sukarela tidak dibenarkan di negara tempat David tinggal, di Australia Barat. Dan ketika Victoria tahun lalu menjadi negara Australia pertama yang melegalkan kematian yang dibantu, Goodall tidak memenuhi syarat karena dia tidak sakit parah.

Dan ternyata keinginan David itu mendapat dukungan dari keluarganya, termasuk putrinya yang merupakan seorang psikolog klinis, Karen Goodall-Smith.

Dia akan ditemani dalam perjalanannya oleh perwakilan dari kelompok advokasi Exit International, yang telah mengumpulkan hampir AUD20.000 atau lebih kurang Rp210 juta untuk perjalanan menuju kematian tersebut.

Dikutip dari Forbes, Prof David Goodall lahir 14 April 1914, di Edmonton, London, tepat sebelum pecahnya Perang Dunia I, Profesor Goodall telah menjalani kehidupan yang panjang dan produktif.

Paling tidak, karena jumlah generasi mahasiswa yang diajarinya serta penelitian inovatif tentang ekosistem yang telah dibukukannya, selain karena kepandaiannya yang sangat sopan dan keras kepala.

Ia meraih gelar Bachelor of Science (BSc) dan gelar Doktor Filsafat (PhD) dari London’s Imperial College of Science and Technology, dan di Australia, dia meraih gelar Doctor of Science dari Universitas Melbourne.

David Goodale mengajar, memberi kuliah dan membimbing selama beberapa dekade di Unversity College of Gold Coast (Australia), University of Reading (Inggris), Utah State dan University of California (Amerika Serikat) dan akhirnya kembali ke Edith Cowan, Australia. (mir/fbs/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
75 Tahun Terpisah Usai Perang Dunia II, Veteran Asal AS Temukan Kekasih Prancisnya Lagi
- Thursday, 13 June 2019 - 11:15 WIB

75 Tahun Terpisah Usai Perang Dunia II, Veteran Asal AS Temukan Kekasih Prancisnya Lagi

Seorang veteran Perang Dunia II Amerika Serikat akhirnya bertemu kembali dengan pujaan hatinya yang telah lama menghilang--75 tahun setelah mereka ...
Remaja Inggris Ini Jadi Milyarder Setelah Belajar Dagang Mata Uang Asing dari YouTube
- Monday, 10 June 2019 - 22:41 WIB

Remaja Inggris Ini Jadi Milyarder Setelah Belajar Dagang Mata Uang Asing dari YouTube

Seorang remaja yang gagal mendapat nilai A saat kuliah menjadi jutawan setelah belajar cara berdagang mata uang asing lewat YouTube. ...
Keluarga Fantastis Ini Baru Saja Menyambut Bayi Nomor 21
- Saturday, 10 November 2018 - 11:23 WIB

Keluarga Fantastis Ini Baru Saja Menyambut Bayi Nomor 21

Eropa modern mungkin dikenal dengan tradisi sedikit anak. Tak sedikit warga di sana yang benar-benar tidak memikirkan untuk memiliki keturunan. ...
Korea Selatan Bakal Jajaki Penggunaan Robot Seks di Rumah Bordil
- Monday, 5 November 2018 - 09:26 WIB

Korea Selatan Bakal Jajaki Penggunaan Robot Seks di Rumah Bordil

Rumah pelacuran atau biasa disebut rumah bordil mulai dipengaruhi perkembangan teknologi. Di beberapa belahan dunia, bisnis prostitus itu tak lagi ...
Drama Pemboman Fiktif Baghdad: Kisah Penyusupan Mata-mata Irak ke Markas ISIS dan Akhirnya Tewas Dieksekusi
- Monday, 27 August 2018 - 14:57 WIB

Drama Pemboman Fiktif Baghdad: Kisah Penyusupan Mata-mata Irak ke Markas ISIS dan Akhirnya Tewas Dieksekusi

Pada hari di mana empat bom telah mengguncang Baghdad, sebuah mobil penuh dengan bahan peledak yang siap menimbulkan banyak kematian, ...
Ide Unik di Jepang…! Acara Pemakaman Robot Anjing Sebelum Perangkat Kerasnya Didonorkan
- Tuesday, 29 May 2018 - 17:26 WIB

Ide Unik di Jepang…! Acara Pemakaman Robot Anjing Sebelum Perangkat Kerasnya Didonorkan

Di pinggiran Tokyo, satu kuil Buddha 'berpikiran maju' telah membuat kehebohan lewat ritual pemakaman bagi 'hewan peliharaan' yang sangat istimewa.Dalam ...
Place your ads here...