Kamis, 20 September 2018 | 23.22 WIB
Metro24Jam>Life>Tak Berkategori>Setelah Ultah ke-104, Ilmuwan Australia Ini akan Melakukan Perjalanan Kematian Mahal ke Swiss

Setelah Ultah ke-104, Ilmuwan Australia Ini akan Melakukan Perjalanan Kematian Mahal ke Swiss

Selasa, 1 Mei 2018 - 14:36 WIB

IMG-154

Prof David Goodall saat merayakan Ultah ke-104 bulan lalu. (GoFundMe)

LONDON, metro24jam.com – Australia akan kehilangan salah satu ilmuwan terkenalnya dalam pekan ini. Itu, setelah akademisi David Goodall, hanya punya satu keinginan saat merayakan ulang tahunnya yang ke 104 bulan lalu. Dikelilingi keluarga dan temannya, dia berharap bisa mati secepatnya.

Ilmuwan kelahiran Inggris itu ingin mengakhiri hidupnya di sebuah klinik euthanasia (suntik mati), karena dia merasa menyesal bisa mencapai usia itu.

Dan keinginannya itu akan segera terkabul. David akan pergi ke Swiss minggu ini untuk mengakhiri hidupnya di sebuah klinik bunuh diri di Basel.

Australian Goodall masih tercatat sebagai peneliti kehormatan di Edith Cowan University hingga sekarang.

Tetapi kondisi fisik dan kualitas hidupnya secara perlahan semakin memburuk.

“Saya sangat menyesal telah mencapai usia ini. Aku tidak bahagia. Aku ingin mati,” kata ahli ekologi tersebut kepada penyiar ABC, tepat di hari ulang tahunnya awal April lalu, seperti dikutip Mirror, Selasa (1/5/2018).

“Ttu tidak akan menyedihkan. Apa yang menyedihkan adalah, jika seseorang dicegah melakukannya,” imbuhnya.

“Saya rasa, orang tua seperti saya harus memiliki hak kewarganegaraan penuh, termasuk hak untuk menjalani bunuh diri secara sukarela,” lanjut David lagi.

David Goodall bersama keluarganya. (GoFundMe)

Euthanasia sukarela tidak dibenarkan di negara tempat David tinggal, di Australia Barat. Dan ketika Victoria tahun lalu menjadi negara Australia pertama yang melegalkan kematian yang dibantu, Goodall tidak memenuhi syarat karena dia tidak sakit parah.

Dan ternyata keinginan David itu mendapat dukungan dari keluarganya, termasuk putrinya yang merupakan seorang psikolog klinis, Karen Goodall-Smith.

Dia akan ditemani dalam perjalanannya oleh perwakilan dari kelompok advokasi Exit International, yang telah mengumpulkan hampir AUD20.000 atau lebih kurang Rp210 juta untuk perjalanan menuju kematian tersebut.

Dikutip dari Forbes, Prof David Goodall lahir 14 April 1914, di Edmonton, London, tepat sebelum pecahnya Perang Dunia I, Profesor Goodall telah menjalani kehidupan yang panjang dan produktif.

Paling tidak, karena jumlah generasi mahasiswa yang diajarinya serta penelitian inovatif tentang ekosistem yang telah dibukukannya, selain karena kepandaiannya yang sangat sopan dan keras kepala.

Ia meraih gelar Bachelor of Science (BSc) dan gelar Doktor Filsafat (PhD) dari London’s Imperial College of Science and Technology, dan di Australia, dia meraih gelar Doctor of Science dari Universitas Melbourne.

David Goodale mengajar, memberi kuliah dan membimbing selama beberapa dekade di Unversity College of Gold Coast (Australia), University of Reading (Inggris), Utah State dan University of California (Amerika Serikat) dan akhirnya kembali ke Edith Cowan, Australia. (mir/fbs/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Drama Pemboman Fiktif Baghdad: Kisah Penyusupan Mata-mata Irak ke Markas ISIS dan Akhirnya Tewas Dieksekusi
- Senin, 27 Agustus 2018 - 14:57 WIB

Drama Pemboman Fiktif Baghdad: Kisah Penyusupan Mata-mata Irak ke Markas ISIS dan Akhirnya Tewas Dieksekusi

Pada hari di mana empat bom telah mengguncang Baghdad, sebuah mobil penuh dengan bahan peledak yang siap menimbulkan banyak kematian, ...
Ide Unik di Jepang…! Acara Pemakaman Robot Anjing Sebelum Perangkat Kerasnya Didonorkan
- Selasa, 29 Mei 2018 - 17:26 WIB

Ide Unik di Jepang…! Acara Pemakaman Robot Anjing Sebelum Perangkat Kerasnya Didonorkan

Di pinggiran Tokyo, satu kuil Buddha 'berpikiran maju' telah membuat kehebohan lewat ritual pemakaman bagi 'hewan peliharaan' yang sangat istimewa.Dalam ...
Pemuda 23 Tahun ‘Terjebak’ Dalam Tubuh Bayi Ini
- Jumat, 27 April 2018 - 00:30 WIB

Pemuda 23 Tahun ‘Terjebak’ Dalam Tubuh Bayi Ini

Seorang pria berusia 23 menghabiskan hidupnya seolah 'terjebak' di dalam tubuh mungil sesosok bayi seberat 5,6 kilogram. Dia tidak dapat ...
Ayah Pencinta Gadget Sejati, Namai Putrinya Sesuai Merk Smartphone China
- Sabtu, 21 April 2018 - 17:13 WIB

Ayah Pencinta Gadget Sejati, Namai Putrinya Sesuai Merk Smartphone China

Banyak sekali orang yang mengabadikan nama-nama orang atau benda yang disukai menjadi nama anak. Seperti yang dilakukan seorang ayah asal ...
Kepingan ‘Tanah Dewata’ di Pulau Sumatera
- Rabu, 11 April 2018 - 11:42 WIB

Kepingan ‘Tanah Dewata’ di Pulau Sumatera

Aroma dupa langsung tercium saat baru tiba di Kampung Bali. Ya, kampung yang terletak di Dusun VI, Kampung Bali Cipta ...
Habiskan Waktu Saat Libur Paskah, Sebagian Warga Inggris Terkapar di Jalan
- Minggu, 1 April 2018 - 10:21 WIB

Habiskan Waktu Saat Libur Paskah, Sebagian Warga Inggris Terkapar di Jalan

Penggila pesta di Newcastle dan Birmingham membanjiri kota di malam kedua jelang Jumat Agung, Jumat (30/3/2018) waktu setempat. Tak peduli ...