Minggu, 19 November 2017 | 17.21 WIB
Metro24Jam>Life>Tak Berkategori>Tinggalkan Istri Kena Tumor Otak, Mantan Walikota Ini Kencani Gadis 19 Tahun

Tinggalkan Istri Kena Tumor Otak, Mantan Walikota Ini Kencani Gadis 19 Tahun

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 18:40 WIB

IMG-83

John dan Daisy jalan bergandengan. (NB Press/DailyMail)

YORKSHIRE, metro24jam.com – Jacqui Copsey, seorang pensiunan perawat mungkin sangat bangga di hari suaminya, John, terpilih sebagai walikota Bridlington dari Partai Konservatif Inggris pada bulan Mei 2015.

John Copsey saat Walikota Bridlington pada tahun 2015. (DailyMail)

Karismatik, menuju kehidupan yang lebih besar, insinyur listrik ambisius di kancah politik lokal, menjadi pilihan populer di kota tepi laut Yorkshire Timur tersebut.

Dan John, yang tampak menonjol dalam jubah dan kalung kebesaran walikota, mengambil tugas kewarganegaraan seperti seekor bebek dengan air.

Dia tidak pernah sekalipun melewatkan sebuah acara resmi, meskipun Jacqui (63), sering kali terlalu sakit untuk bergabung dengannya sebagai istri walikota, setelah menjalani perawatan tumor otak.

Pengumpul dana amal yang tak kenal lelah, John (62), selalu mengajak setiap warga agar bersedia menyumbangkan £1 untuk membeli unit ambulans udara lokal, acap kali terlihat di depan kamera.

John dan Jacqui, yang menikah 38 tahun lalu, mendapat kehormatan sebagai anggota VIP dan pelanggan tetap di klub kapal pesiar setempat, di mana seorang putranya yang berusia 34 tahun, merupakan perwira pertama di kapal pesiar mewah itu.

Jacqui benar-benar sangat bangga pada John ketika itu. Tapi, sekarang semuanya berubah. Kini, Jacqui merasa sangat hancur, dipermalukan dan dikhianati.

Selasa (17/10/2017), seluruh warga kota geger, ketika sang mantan walikota ternyata telah ‘mencampakkan’ istrinya Jacqui agar bisa hidup bersama Daisy Tomlinson, seorang mahasiswi pertanian berusia 19 tahun–gadis belia yang berselisih usia 43 tahun darinya.

Sudah pasti akan menjadi suatu masalah, ketika seorang wanita harus menghadapi suami yang ‘berpindah’ hati kepada seseorang yang lebih muda. Namun, persoalan jelas semakin rumit, ketika seseorang yang lebih muda itu, pantasnya menyandang status cucu.

John saat menikahi Jacqui di tahun 1980. (DailyMail)

Foto-foto pasangan baru itu tak ayal memenuhi halaman depan surat kabar lokal. Mereka terlihat bergandengan tangan, layaknya seperti pasangan kekasih–daripada seorang remaja yang berjalan dengan kakeknya.

“Aku rasa, dia sudah benar-benar gila,” kata Jacqui, yang masih terguncang dengan akhir mendadak dan singkat dalam kisah cintanya dengan John.

“Dia pasti sudah gila, karena aku tidak menemukan jawaban lain untuk menjelaskannya. Dia juga terlalu tua, jika dikatakan sedang mengalami krisis paruh baya,” imbuhnya.

Bagi Jacqui, seluruh kisah itu jelas merupakan ‘mimpi buruk’. Dia bilang, dia merasa seperti ‘bahan tertawaan’ setiap kali dia meninggalkan rumah. Meski demikian, pasangan tercinta, terlihat tetap menantang.

John, diketahui tinggal serumah dengan kekasih remajanya, menyusul terungkapnya skandal itu.

“Kami sangat mencintai dan berniat untuk menikah. Anda bisa katakan ini sebagai pertunangan resmi kami. Itu saja,” kata John, seperti dilansir Daily Mail.

Daisy kemudian menimpali: “Kami sangat bahagia. Kami bingung, kenapa banyak orang yang terlalu mengurusi. Itu membosankan. Orangtua saya senang. Mereka bilang, mereka bahagia selama saya bahagia.”

Copsey, yang bertemu dengan Daisy di sebuah konser rock–ketika gadis itu masih berusia 17 tahun–bersikeras, bahwa pertemanan mereka yang baru saja berubah menjadi asmara, mengatakan bahwa dia sama sekali tidak menggunakan pengaruh jabatan dalam hal ini.

Tapi dalam wawancara pertamanya, istrinya Jacqui mengklaim bahwa Daisy mengakui bahwa dirinya dan John telah bertemu satu sama lain, seminggu sekali, selama dua tahun terakhir ini.

Selanjutnya, Jacqui juga menyangkal telah ‘dicampakkan’ John, dan sebaliknya, mengatakan bahwa dia yang menendang John keluar dari mahligai perkawinan mereka bulan lalu, setelah John masih coba memberi alasan terkait hubungannya dengan kekasih barunya itu.

Kepada Daily Mail, John Copsey–yang saat ini duduk sebagai anggota dewan kota–mengatakan, bahwa dia tidak memiliki komentar lebih lanjut untuk membuat hubungan baik dengan Daisy atau terkait apa pun yang dikatakan mantan istrinya.

“Awalnya, aku pikir itu hanya omong kosong seorang siswi sekolah yang bodoh dan akan gagal seiring berjalannya waktu,” kata Jacqui, yang sekarang harus menjual rumah tiga kamar mereka dengan harga £23.000, untuk pembagian harta yang menyakitkan.

“Aku tidak ingat lagi, berapa kali ku katakan kepada John: Dia baru berumur 19 tahun! Aku pikir dia akan sadar dan menyadari bahwa dia benar-benar bodoh, dan tersanjung oleh perhatiannya,” sambung Jacqui.

“John adalah walikota yang sangat baik, dan seseorang yang berada di posisinya, seharusnya tidak memberi dia waktu. Ini benar-benar suatu kegilaan.”

“Aku bahkan tidak bisa mengerti apa yang dilihat dia (Daisy) dalam diri John. Aku tanya kepadanya: ‘Apa yang kalian bicarakan? Kesamaan apa yang kalian dapatkan?’ Dia hanya menjawab: ‘Oh, kami bisa menjalaninya dengan baik’,” ungkap Jacqui.

“Mungkin karena dia (Daisy) hanya akan mendengarkan John, dan tidak mempertanyakan apa pun, sementara aku tidak. Atau seks dan otaknya sama-sama ada di selangkangan. Aku tidak tahu,” ketus Jacqui.

Jacqui mengatakan, putra mereka bahkan ngeri melihat tingkah laku ayahnya.

“Dia mengatakan bahwa bahkan dia, di usianya 34 tahun saat ini, bahkan tidak akan berpacaran dengan gadis berusia 19 tahun,” katanya.

“Bahkan ibu Daisy, yang berusia 49, terlalu muda untuk John. Semuanya ini sangat konyol,” sambung Jacqui lagi.

Menikah pada tahun 1980, tujuh bulan setelah bertemu di sebuah klub malam, Jacqui mengakui hubungannya dengan John memang pernah bermasalah.

Pada tahun 1992, menyusul serangkaian peristiwa, yang disebut Jacqui, akibat mata keranjang John, mereka bercerai. Jacqui mengklaim bahwa John selalu bersikap seperti ‘wanita’ dan ‘sedikit pemain’.

Namun demikian, pada tahun 1997 mereka ‘rujuk’ kembali, setelah pernikahan kedua John berakhir, sementara Jacqui berpisah dari pacarnya polisinya.

Dia mengatakan bahwa mereka berdua menyadari bahwa mereka masih saling mencintai. Pasangan itu tidak pernah menikah lagi, meski pernikahan sudah direncanakan dua kali, tapi mereka hidup sebagai suami istri sejak saat itu.

“Kami seolah ditarik kembali,” kata Jacqui. “Kami memiliki seorang putra, yang masih remaja, dan saya merasa rentan setelah kematian ayah akibat kanker. Rumah hasil pernikahan kami masih dalam nama bersama. John tampan, jangkung dan –meski selalu sibuk sendiri–dia adalah pria cocok menjadi teman hidup.

“Ku pikir ini lebih baik mencoba untuk kedua kalinya. Tapi, sekarang kupikir aku tertipu. Aku berharap bahwa kami tak pernah kembali bersama,” lanjut Jacqui.

Pada tahun 2011, tak lama setelah John terpilih menjadi anggota dewan Bridlington, Jacqui melakukan scanning MRI untuk mengetahui penyebab pendengarannya hilang dan kejang pada malam hari. Dan Jacqui sangat terkejut saat diberitahu bahwa dia menderita tumor otak.

“John sangat sedih saat aku memberitahukan kabar itu kepadanya,” kenangnya.” kenang Jacqui. Dia harus menepikan mobil dan terus menangis.”

John bersamanya saat menjalani radioterapi di Sheffield untuk berhasil mengobati tumor sepanjang 2cm, namun efek samping berlanjut sampai hari ini.

Sejak saat itu, Jacqui selalu menderita kejang, pusing, tinnitus dan kelelahan ekstrem. Hal itu memaksanya pensiun dini sebagai perawat.

John terpilih sebagai wakil walikota pada tahun 2014, dan Jacqui tidak bisa sepenuhnya memberikan dukungan dalam tugas kewarganegaraan akibat kondisi kesehatannya itu.

“Aku masih ingat ucapan John setelah aku didiagnosis menderita tumor otak: “Jangan khawatir Jacqui, aku tetap mendampingi mu,” katanya.

Pada tahun 2015, tiga minggu sebelum John terpilih menjadi walikota, Jacqui ambruk di rumah setelah kejang-kejang.

Beruntung, anak mereka, berada di rumah pada saat itu, yang segera memanggil ambulans.

“Kondisi ku sangat buruk. Aku seperti terkena Alzheimer selama beberapa minggu,” kenangnya.

“Aku harus memakan obat anti-epilepsi, yang akan ku pakai seumur hidup, dan steroid untuk mengurangi peradangan. Steroid menyebabkan berat saya bertambah 19 kg–bukan karena saya merasa terganggu seperti apa penampilan ku– dan kepala ku terasa penuh dengan polistiren, tapi selama waktu itu, John tidak pernah sekalipun melewatkan pertemuan dengan warga.”

Jacqui menyalahkan penyakitnya karena tidak bisa memperhatikan tanda peringatan lebih awal. Dikatakan, bahwa dia mengenal Daisy hanya sebagai remaja lokal yang tergabung dalam rombongan seniman pertunjukan amatir, berpakaian seperti troll dan mengenakan topeng aneh untuk menghibur orang banyak pada acara warga dengan berkeliaran di depan kamera.

Jadi tidak ada tanda mencurigakan ketika Jacqui melihat foto Daisy – tanpa topeng trollnya –yang diposting di Facebook, ketika dia mengenakan kalung walikota John, dengan judul: ‘Memutuskan, menjadi walikota bukan untuk saya–saya bertahan untuk bertani.’

“Suatu hari John mengatakan kepada ku: ‘Oh, Daisy mendatangi ku di jalan dan mencubit pantat ku saat aku sedang berbicara dengan seorang pria. “Dan aku menjawab, bukankah Anda cukup beruntung memiliki pengagum muda seperti itu?”

“Ku pikir itu hal kecil yang lucu, cukup polos dan tidak mencolok, dan aku bahkan membuat lelucon tentang itu. Karena, kenapa gadis muda seperti ini akan tertarik pada seseorang seusia John?”

“Kemudian, pada suatu makan siang bersama, aku menggodanya dan memberi tahu semua orang, ‘Oh..John punya pengikut bernama Daisy’ – dan mereka mulai menyanyikan lagu ‘Daisy, Daisy, berikan jawaban mu, aku setengah gila karena cinta mu’,” kenang Jacqui lagi.

“John menertawakannya dan berkata, ‘Aku tidak tahu tentang Daisy, tapi kalian semua sudah gila!’,” sebut Jacqui, menirukan ucapan John ketika itu.

Pada festival Dickensian di Hari Natal, Jacqui yang jarang hadir bersama John menghadiri acara itu dan dengan senang hati bercakap-cakap dengan Daisy. Pada kesempatan tersebut, Jacqui mengatakan pada sang remaja, bahwa akhir-akhir ini dia kurang sehat, tapi sudah merasa lebih baik.

Kecurigaan Jacqui mulai meningkat saat malam Natal, ketika telepon genggam John terus berdering dengan panggilan dari sang gadis remaja.

“John mengatakan kepada ku, bahwa Daisy hanya meminta beberapa saran soal listrik, karena kakeknya sedang berusaha memperbaiki ketel mereka dan dia khawatir,” kata Jacqui.

“Ku pikir itu agak aneh dan bertanya-tanya apakah dia mulai naksir dengan anak sekolah itu. Mungkin itulah awalnya, tapi John seharusnya memiliki kontrol dan kesopanan untuk tidak mengikutinya,” beber Jacqui melanjutkan.

Jacqui yakin, kegilaan Daisy akan segera berakhir jika John mengabaikannya, dan John meyakinkan bahwa dia juga hanya menganggap hal itu sebagai gangguan kecil.

“Dia mengatakan kepada ku, bahwa Daisy hanya seorang gadis konyol yang akan terus mengganggunya. Dia (John) bilang, dia berharap dia menyesal karena telah bertatapan dengan Daisy dan memberinya kesempatan. Lebih bodoh lagi, aku mempercayainya,” ungkap Jacqui.

Tapi, tahun ini Jacqui tahu persis, bahwa John dan Daisy sudah berkencan dan menikmati piknik bersama.

Dia kemudian menerima pesan – dikirim dari akun Facebook palsu – memberitahukan kepadanya bahwa John dan Daisy telah berselingkuh di belakangnya.

Dengan cucuran air mata, dan serangkaian tuduhan serta penyangkalan, Jacqui akhirnya memutuskan menghubungi Daisy untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Aku coba memberikan alasan kepadanya, dengan mengatakan, “Daisy, kamu masih muda –hati mu akan segera pulih. John lebih pantas untuk menjadi kakekmu,” kata Jacqui.

“Ku pikir, mungkin dia mencari figur ayah, tapi dia bersikeras tidak demikian.”

“Dia mengatakan bahwa dia jatuh cinta pada John dan dia bersamanya. Aku serasa tidak percayai.”

“Dia mengatakan kepada ku: ‘Aku masih menyimpan pesan yang membuktikan bahwa John berkata dia mencintaiku dan ingin bersama ku. Aku tahu, seharusnya aku tidak terlibat dengannya, tapi aku juga sangat mencintainya.”

Jacqui membuka laptopnya dan membaca pesan–dengan suara datar dan tersentak–pesan teks yang dikatakan Daisy diteruskan kepadanya sebagai bukti cinta John untuk dirinya.

Dalam satu pesan, John rupanya mengatakan kepada Daisy, bahwa dia ingin mempunyai anak darinya. Dia menyebut, bahwa Daisy adalah satu-satunya cinta, miliknya, mimpinya dan–meyakinkan Daisy–bahwa sang remaja merupakan calon istri idamannya.

“Ketika aku mengatakannya kepada John, dia mengatakan kepada ku bahwa pesan teks pasti sudah dikerjai,” kata Jacqui.

“Awalnya aku percaya padanya, tapi aku tidak mengerti bagaimana mungkin itu dilakukan,” sambung Jacqui.

“Aku merasa sangat terluka dan marah, tapi aku bukan orang jahat dan aku memberi mereka lebih banyak kesempatan daripada seharusnya, karena menganggap Daisy masih begitu muda dan naif.”

“Aku memberi kesempatan pada John kesempatan untuk mengakhirinya, dan dia terus bersikeras bahwa dia telah atau bahwa dia berusaha.

“Dia mengatakan kepada ku: ‘Aku sudah mengatakan segala macam untuk mengusirnya.’ Tapi, pada akhirnya, dia tidak bisa melakukannya – atau memang tidak mau,” kesal Jacqui.

Persoalan itu mulai menjadi jelas pada hari Jumat tanggal 8 September, setelah John dan Jacqui menghadiri sebuah peringatan di klub kapal pesiar, di mana abu dari jasad seorang teman mereka ditabur ke laut.

Usai acara, mereka pergi ke kota untuk minum bersama, dan membawa pulang satu gelas, tapi langsung diantarkan ke Daisy.

“Aku melihatnya, dan naluri kewanitaan ku mengatakan bahwa hubungan mereka belum berakhir. “Anda masih bersama, bukan?” tanya ku, dan mereka berdua berkata “Ya”.

“Aku sangat tenang, tapi keesokan paginya aku berpikir, “Itu dia, Jacqui, sudah cukup”, lalu mengusir John keluar.

John pindah ke penginapan dulu, lalu dia dan Daisy menyewa apartemen.

Hari ini, hubungan keduanya tetap harmonis, setidaknya sekarang. Namun, Jacqui yakin, ini hanya masalah waktu, sebelum Daisy mulai lelah dengan John tua. Dan Jacqui mengatakan, dia tidak akan terkejut jika John bertanya, apakah dia bisa pulang ke rumah [mereka] lagi.

Jacqui mengaku, bahwa dia baru saja mendapat pesan singkat, permintaan maaf John atas semua kesalahannya.

“Aku mengerti, bahwa kamu sangat membenci ku. Tapi, aku akan membantu mu dengan cara apa pun, belanja, keuangan, apapun yang kamu butuhkan,” isi pesan tersebut.

“Aku memang merindukannya, dan aku tidak suka sendirian. Tapi, aku akan benar-benar idiot jika menerimanya kembali,” kata Jacqui.

“Aku tidak bisa mempermalukan diri lebih jauh lagi. Aku sudah memberinya semua peluang itu. Dia tidak harus melakukan ini!” ketusnya.

“Aku mungkin akan sedih jika Daisy berusia 50 atau 60 tahun. Tapi, kenyataan bahwa dia baru 19 tahun, itu membuat keadaan ini menjadi sangat mengerikan. Daisy masih sangat muda, dan John sudah cukup tua untuk lebih tahu,” sebut Jacqui.

“Itu membuat ku bertanya-tanya, apakah John benar-benar mencintai ku, atau apakah dia tidak tahu apa-apa tentang cinta sama sekali,” pungkasnya. (dm/asp)


Loading...
KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Penghasilan Bill Gates Rp137 M per Hari, Berapa Diperoleh Ratu dan Perdana Menteri Inggris?
- Selasa, 31 Oktober 2017 - 01:16 WIB

Penghasilan Bill Gates Rp137 M per Hari, Berapa Diperoleh Ratu dan Perdana Menteri Inggris?

Adele dilaporkan menghasilkan £45,000 (± Rp 804 juta) per hari pada tahun lalu, hanya dari perusahaannya yang ada di Inggris ...
‘Piring Sushi’ Tiba-tiba Bangkit dan Mengamuk
- Kamis, 1 Juni 2017 - 13:32 WIB

‘Piring Sushi’ Tiba-tiba Bangkit dan Mengamuk

Sebuah video di mana seorang model sushi menyerang pelanggan yang dituding melakukanb pelecehan seksual terhadap dirinya menjadi viral di media ...
Tak Jadi Bunuh Diri, Dihukum Denda RM1000 Lagi
- Rabu, 5 April 2017 - 00:44 WIB

Tak Jadi Bunuh Diri, Dihukum Denda RM1000 Lagi

Seorang mantan napi yang berusaha melakukan bunuh diri dengan melompat dari atap stasiun monorail, dijatuhi denda RM1000 (±Rp 3 juta) ...
Ternyata Bukan di Indonesia Saja, Inggris Juga Punya Sindikat Pengemis!
- Selasa, 28 Februari 2017 - 11:48 WIB

Ternyata Bukan di Indonesia Saja, Inggris Juga Punya Sindikat Pengemis!

Tak hanya di Indonesia, ternyata di negara maju seperti Inggris juga ditemukan geng atau sindikat yang berpura-pura jadi pengemis demi ...
Pasangan Ini Hidup Bersama, Tapi Si Cewek Boleh Tidur dengan Pria yang Disukainya, Alamakkk…!
- Rabu, 15 Februari 2017 - 09:19 WIB

Pasangan Ini Hidup Bersama, Tapi Si Cewek Boleh Tidur dengan Pria yang Disukainya, Alamakkk…!

Mereka ini mungkin pasangan paling aneh atau gila di dunia. Keduanya sudah hidup bersama selama dua tahun dengan kesepakatan hubungan ...
Kenapa Ibu Selalu Gendong Bayi di Sebelah Kiri? Ini Alasannya!
- Rabu, 25 Januari 2017 - 15:11 WIB

Kenapa Ibu Selalu Gendong Bayi di Sebelah Kiri? Ini Alasannya!

Membungkuk, mengangkat, membawa, mendorong, menyeret, memeluk dan menenangkan--lengan seorang ibu bisa melakukan banyak hal.Sama seperti semut yang mampu mengangkat beban ...