Jumat, 22 September 2017 | 04.08 WIB
Metro24Jam>Life>Tak Berkategori>Waspada! Kosmetik Ternyata Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Waspada! Kosmetik Ternyata Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Sabtu, 24 Desember 2016 - 16:55 WIB

IMG-45

Deodoran dan banyak produk kosmetik lainnya mengandung BPS yang bisa berbahaya bagi ibu hamil. GettyImages/DailyMail

MASSACHUSSETS, metro24jam.com – Satu temuan baru para ahli baru-baru ini memperingatkan wanita hamil agar menghindari penggunaan produk kecantikan.

Studi itu menemukan, bahwa senyawa pada deodoran, lipstik dan parfum bisa mempengaruhi ibu hamil.

Hanya dengan sedikit paparan terhadap senyawa kimia Bisphenol S (BPS), ditemukan bisa mengganggu kemampuan seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

Menurut para penelti, temuan itu cukup signifikan dari perspektif evolusi, karena perilaku ibu hamil akan mempengaruhi kelangsungan hidup anak.

Dalam sebuah studi pada tikus, para ilmuwan dari University of Massachusetts di Amherst menemukan bahwa, hanya dengan paparan rendah terhadap BPS menyebabkan 10 persen bayi tikus mati sebagai akibat dari pengasuhan yang buruk.

“BPS mempengaruhi perilaku ibu serta berkorelasi secara relevan dengan saraf maternal,” jelas penulis studi, Laura Vandenberg dan Mary Catanese.

Seiring dengan terganggunya perawatan ibu, mereka juga menemukan ‘peningkatan kematian bayi yang sangat mengejutkan’ pada kelompok lainnya.

Bisphenol S (BPS) dirancang sebagai pengganti Bisphenol A (BPA) akibat terjadinya kekhawatiran tentang efek senyawa plastik itu pada kesehatan manusia.

Namun hanya beberapa studi yang melakukan penelitian terhadap dampak akibat paparan terhadap BPS–meski popularitasnya meningkat pesat dalam satu dekade terakhir.

Tapi para ilmuwan percaya bahwa senyawa itu juga adalah pengganggu endokrin.

Untuk mengkonfirmasi dampaknya selama kehamilan, para peneliti memaparkan senyawa itu pada tikus dalam riset mereka.

Tikus dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan: tanpa BPS, satu dosis rendah dan dua dosis rendah.

Kemampuan tikus membangun sarang, merawat anak-anak dan perilaku ibu lainnya dipantau dalam tiga titik waktu yang berbeda.

Pada penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Endocrinology itu dijelaskan, dua dari betina kemudian dikawinkan dengan tikus jantan yang tidak terpapar senyawa serta diuji dengan cara yang sama.

Dan untuk meneliti efeknya lebih jauh, daerah otak diyakini penting dalam perilaku induk kemudian dipindai.

Ilmuwan kemudian menemukan bahwa di antara induk tikus yang terkena dosis rendah dalam rahim, 10 persen dari anak-anaknya akan mati akibat kurangnya perawatan.

“Dari pengamatan kami, meski efek serupa tidak terlihat pada dosis yang lebih tinggi, tapi lebih dari 10 persen betina yang terkena 2 mikrogram BPS/kg/hari, akan menyebabkan kematian pada satu atau lebih dari anak-anak mereka.” tulis peneliti dalam laporan mereka.

“Walau tidak signifikan secara statistik, kelalaian dan kurangnya perawatan induk menjadi hal yang sangat mencolok.”

Para peneliti juga menemukan bahwa tikus yang terkena dosis lebih tinggi selama kehamilan dan menyusui akan menghabiskan lebih banyak waktu dalam sarang.

Ini sangat bertentangan perilaku khas hewan tersebut–karena biasanya, ketika anak-anak tumbuh, induk akan semakin sering meninggalkan sarang.(asp/dm)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
‘Piring Sushi’ Tiba-tiba Bangkit dan Mengamuk
- Kamis, 1 Juni 2017 - 13:32 WIB

‘Piring Sushi’ Tiba-tiba Bangkit dan Mengamuk

Sebuah video di mana seorang model sushi menyerang pelanggan yang dituding melakukanb pelecehan seksual terhadap dirinya menjadi viral di media ...
Tak Jadi Bunuh Diri, Dihukum Denda RM1000 Lagi
- Rabu, 5 April 2017 - 00:44 WIB

Tak Jadi Bunuh Diri, Dihukum Denda RM1000 Lagi

Seorang mantan napi yang berusaha melakukan bunuh diri dengan melompat dari atap stasiun monorail, dijatuhi denda RM1000 (±Rp 3 juta) ...
Ternyata Bukan di Indonesia Saja, Inggris Juga Punya Sindikat Pengemis!
- Selasa, 28 Februari 2017 - 11:48 WIB

Ternyata Bukan di Indonesia Saja, Inggris Juga Punya Sindikat Pengemis!

Tak hanya di Indonesia, ternyata di negara maju seperti Inggris juga ditemukan geng atau sindikat yang berpura-pura jadi pengemis demi ...
Pasangan Ini Hidup Bersama, Tapi Si Cewek Boleh Tidur dengan Pria yang Disukainya, Alamakkk…!
- Rabu, 15 Februari 2017 - 09:19 WIB

Pasangan Ini Hidup Bersama, Tapi Si Cewek Boleh Tidur dengan Pria yang Disukainya, Alamakkk…!

Mereka ini mungkin pasangan paling aneh atau gila di dunia. Keduanya sudah hidup bersama selama dua tahun dengan kesepakatan hubungan ...
Kenapa Ibu Selalu Gendong Bayi di Sebelah Kiri? Ini Alasannya!
- Rabu, 25 Januari 2017 - 15:11 WIB

Kenapa Ibu Selalu Gendong Bayi di Sebelah Kiri? Ini Alasannya!

Membungkuk, mengangkat, membawa, mendorong, menyeret, memeluk dan menenangkan--lengan seorang ibu bisa melakukan banyak hal.Sama seperti semut yang mampu mengangkat beban ...
Pemko Medan Promosikan Pariwisata Kota Lewat Youtube
- Kamis, 12 Januari 2017 - 13:53 WIB

Pemko Medan Promosikan Pariwisata Kota Lewat Youtube

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Medan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan telah mengambil langkah melakukan promosi dengan ...